SI KECIL TERUS MERASA GELISAH? KENALI KARAKTERNYA LEWAT WARNA

SI KECIL TERUS MERASA GELISAH? KENALI KARAKTERNYA LEWAT WARNA

23 Juli 2018

Didalam tahun ajaran baru ini, masa peralihan dari liburan hingga masuk sekolah pasti dialami oleh anak-anak. Dan dari mereka, tidak sedikit juga yang kaget dengan suasana kelas. Ada yang takut dengan guru baru, ada yang tidak kuat dengan sistem ajaran baru, ada pula yang tidak rela meninggalkan masa liburannya, dan masih banyak lagi.

Gejala-gejala tersebut bisa diantisipasi dengan intensitas kehadiran orang tua dalam membimbing si kecil dan memberinya semangat untuk mengembalikan gairah sekolahnya. Namun ternyata, itu saja tidak cukup. Apa gunanya memantik gairah sekolah si kecil, tanpa mengetahui karakter aslinya? Tidak perlu repot ke dokter, psikiater, atau tempat tes softskill bu.

Salah satu cara supaya tahu karakter anak seperti apa, yaitu dengan mengenal si kecil lewat warna kesukaannya. Marilyn Read, seorang Professor Desain & Lingkungan Manusia di Oregon State University mengatakan bahwa, karakteristik seorang anak bisa dilihat dari warna kesukaannya. Warna juga bisa mengkonstruk (membentuk) pola pikirnya dalam berkehidupan sosial. Hal ini bisa ditemukan lewat aktivitas kesehariannya, semisal menggambar/mewarnai, bermain puzzle, atau lihat dari warna mainan yang paling dominan.

Warna adalah bagian dari spektrum elektromagnetik. Warna memiliki gelombang dan frekuensi yang panjang. Oleh karena itu, warna mempengaruhi suasana hati pada si kecil. Warna dapat membantu menghubungkan sistem saraf di otak. Ketika warna yang tepat ditemukan untuk subjek masalah seorang anak, maka subjek itu sebenarnya jadi jauh lebih mudah bagi si kecil untuk membuat mereka senang belajar.

Kali ini, Technoplast akan berbagi informasi seputar filosofi warna yang acapkali disukai anak-anak. Berikut penjelasannya,

Jika si kecil menyukai warna biru…
Artinya si kecil sangat kreatif. Warna biru memiliki nilai sejuk dan tenang. Warna ini bisa meningkatkan kreativitas, merangsang kemampuan si kecil dalam berkomunikasi dan menstimulasi mereka secara artistik saat berekspresi. Namun, coba perhatikan kembali. Apakah biru muda atau biru tua? Karena jika biru tua, si kecil selalu berpikiran jernih. Jika biru muda, si kecil sangat mudah dalam berkonsentrasi dan mudah untuk menenangkan pikiran.

Akan tetapi, jika terlalu banyak melihat warna biru dalam tempat dan waktu yang sama, bisa menekan si kecil dan memicu perasaan sedih secara berlebihan juga.

Jika si kecil menyukai warna merah…
Ibu harus berhati-hati jika si kecil memiliki kecintaan pada warna merah. Karena merah identik dengan kekerasan. Untuk menjaga keseimbangannya, kamu harus memadukan dengan warna biru muda. Namun, kabar baiknya adalah anak yang menyukai warna merah cenderung memiliki gairah tinggi akan sesuatu. Energinya sangat besar, keberanian dan kekuatannya selalu menggebu saat menghadapi sesuatu.

Sehingga kamu tidak perlu khawatir jika si kecil malu-malu kucing saat sedang berada di pementasan teater, mengikuti kompetisi, ataupun sedang berbicara/bercerita di depan kelas. Karena keberanian dan energi yang besarnya bisa menciptakan sebuah rasa percaya tinggi yang tinggi.

Jika si kecil menyukai warna kuning…
Maka si kecil akan selalu merasakan keceriaan ditiap aktivitasnya. Jangan heran jika anak kamu suka loncat kesana-kemari, cerewet, dan penuh semangat. Oleh karena itu, mulai sekarang perhatikan warna barang-barang yang ada dikamarnya. Jika banyak warna kuning, itu tandanya Ibu harus lebih teliti dan hati-hati dalam menjaganya. Akan tetapi, kerja keras itu pasti membuahkan hasil yang memuaskan kamu. Karena secara pola pikir, anak pecinta kuning pasti kreatif dan terus-menerus menciptakan ide yang orisinil. Warna ini sangat cocok untuk dijadikan cat kamar. Secara hubungan sosial dia itu ekstrovert, yaitu mudah bergaul dengan siapapun yang berada di sekitarnya.

Anak yang menyukai warna kuning, cenderung ingin terus mendapatkan perhatian dari banyak orang, terlebih orang tuanya. Jadi jangan berpaling ya ibu-ibu, nanti dia kecewa. Karena jika sudah kecewa, anak yang menyukai warna kuning akan cenderung tidak percaya dan mudah stres.

Jika si kecil menyukai warna pink…
Itu artinya anak kamu sangat suka dengan nuansa kelemah lembutan. Jangan pandang sebelah mata jika anakmu laki-laki, namun dia pecinta warna pink. Karena warna ini tidak melulu disukai perempuan. Sebab, bagi si kecil pecinta pink, ia memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya.

Akan tetapi kamu tidak bisa keras dalam mendidiknya, karena si kecil sangat sensitif. Anak kamu juga sangat lihai dalam menurunkan energi negatif, dan sangat mudah untuk ceria. Ini sangat bagus dalam proses pembangunan karakter anak dalam hidup bersosial.

Jika si kecil menyukai warna hijau…
Berarti anak kamu memiliki aura kedamaian yang mendominasi, sehingga ia sangat menghindari hal-hal yang berbau konflik. Anak pecinta hijau, memiliki pola pikir yang terbuka dibanding anak lainnya. Sehingga, dia mampu menerima perbedaan pendapat. Jadi Ibu jangan khawatir, karena anakmu itu sangat digemari tidak hanya teman sebaya, namun oleh banyak orang. Hal ini sangat bagus dalam psikologi si kecil.
Namun, jangan dilepas begitu saja. Meski begitu, ia tetap anak-anak. Karena jika tidak dijaga dengan baik, akan sangat berbahaya dalam segi keamanan dan kenyamanannya.

Sudah tahu kan sekarang cara mengantisipasi keresahan si kecil? Pelajari warna kesukaan si kecil, bisa kamu cari tahu lewat warna mainan atau barang-barang yang dia pilih. Perhatikan tingkah lakunya, temukan solusinya. Selamat mencoba Ibu! 

 

Artikel Lain

Tutup

Cari Produk

Close

EN / ID Inquiry Search